Lewati ke bab

TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASABab 3: Sampai Klimaks

Bab 3 berisi sekitar 7.010 karakter dan merupakan bab terakhir dari 3 bab pembuka yang tercatat di situs ini; bab 4 berlanjut di aplikasi resmi.

"Gila! Yakin malam ini mulai deketin Nyonya? Berat! Berat!" gumam Bejo sesampainya kembali di rumah besar milik majikannya setelah mengantar Tuan Saka ke bandara.

Bejo menatap rumah besar itu dan memutuskan untuk masuk lewat belakang. Sebelum menemui Nyonya Mila, lebih dulu Bejo mengambil makan. Dia butuh nutrisi untuk bisa menghadapi Nyonya di rumah ini.

"Bejo kamu dipanggil Nyonya!" seru Bibi dan Bejo berdecak mendengar itu.

Baru juga mau nyuap, sudah kembali mendapatkan panggilan dari Nyonya besar. Bejo terpaksa meninggalkan piringnya kemudian melangkah menuju ruang kerja milik Nyonya Mila.

Ruangan itu sangat rapi, cantik, dan didominasi dengan warna pink. Cewek abis pokoknya. Yang Bejo tau, Nyonya Mila baru berusia tiga puluh tahun. Masih mudalah ya. Beda lima sampai enam tahun dengannya.

Langkah Bejo terhenti di depan ruang kerja wanita itu kemudian mengetuk pintu sebelum masuk. Bejo menarik nafas dalam sebelum melangkah menemui Mila.

"Masuk!"

Tanpa menunggu lama, langkahnya membawa dia untuk bisa melihat Nyonya Mila yang tengah duduk di kursi kerja. Pandangan wanita itu begitu tajam memperhatikan penampilannya dari atas sampai bawah. Namun dari tatapan mata itu tersirat sebuah gurat frustasi yang Bejo temukan.

"Duduk!"

"Baik, Nyonya."

"Malam ini kamu sudah siap?"

Deg

Ditembak pertanyaan seperti itu tentu saja jantung Bejo mendadak kaku. Sempat seperkian detik tidak berdetak hingga Bejo menyentuh dadanya.

"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Nyonya Mila dan Bejo meringis mendengar itu.

"Nyonya sudah yakin sama saya?"

"Bukankah ini tugasmu? Dibayar berapa kamu sama suami saya sampai-sampai kamu menyanggupi tugas ini? Apa kamu sudah tau masalah yang saya alami selama ini?" cecar Nyonya Mila dan Bejo menjawab dengan anggukan.

"Berapa?"

"Banyak, Nyonya."

"Oke, tantangan kamu dari saya pun harus bisa kamu lakukan."

"Tantangan apa, Nyonya?" tanya Bejo bingung.

Ada lagi ternyata tantangannya selain menjamah Nyonya Mila untuk menyembuhkan wanita itu. Bejo begitu sangat penasaran sekali tetapi dia cukup berhati-hati akan tantangan dari Nyonya Mila.

"Mudah saja, saya akan menambah bayarannya sama besarnya dengan apa yang kamu dapatkan dari suami saya asal kamu bisa membuat saya hamil."

Bejo tercengang mendengar itu. Kemarin tugasnya hanyalah menjamah agar Nyonya Mila bisa sembuh dan menerima sentuhan dari Tuan Saka.

Sekarang, justru wanita itu memberikan tugas tambahan dengan syarat harus bisa sampai hamil. Namun mana mungkin menolak? Bejo menelan kasar salivanya seketika mengingat akan nominal yang ia dapatkan nanti.

"Bagaimana? Kalau kamu bisa, saya akan memberikan sebesar apa yang kamu dapatkan dari suami saya. Bukankah itu sangat menguntungkan untukmu?"

"Tapi Nyonya, Tuan meminta saya hanya untuk sekedar menyentuh Nyonya, membuat Nyonya terbiasa bercinta dan menerima milik Tuan. Bagaimana kalau sampai Tuan tau saya menghamili Nyonya? Bisa mati saja, Nyonya."

"Saya tidak perduli. Itu tugas kamu memikirkan bagaimana caranya agar kamu tidak mati di tangannya. Saya hanya ingin membalasnya atas apa yang dia lakukan. Kamu tentu paham, rencana ini sangat gila."

"Tapi bukankah ini akan membuat Tuan membenci Nyonya? Bagaimana jika Nyonya malah dicerai oleh Tuan jika beliau tau anak yang dikandung Nyonya bukan anaknya?"

"Untuk yang itu bukan urusanmu! Tugasmu dari saya hanya satu. Hamili saya! Paham!" sahut Nyonya Mila yang ternyata rencananya lebih gila dari Tuan Saka.

Itu artinya, mereka benar-benar bercinta dan bukan hanya sekedar masuk saja. Namun benar-benar sampai klimaks dan membuang benih ke dalam rahim wanita itu. Gila! Gila!

"Tunggu! Nominal yang Tuan berikan sangat besar Nyonya. Apa Nyonya sanggup membayar saya dengan nominal yang sama?" tanya Bejo sedikit memberikan kesempatan pada wanita itu untuk bisa berpikir ulang.

Siapa tau Nyonya Mila mau berubah pikiran. Sebenarnya enak-enak saja baginya tetapi resiko tentu sangat besar. Bisa jadi nyawa taruhannya jika Saka tak terima.

Malas Bejo memikirkan cara selanjutnya untuk menghadapi Tuan Saka jika dia berhasil menghamilinya Nyonya Mila.

"Berapa?"

"Sepuluh miliar."

Bejo memperhatikan mimik wajah wanita itu. Bejo sama sekali tidak melepas pandangannya dan ingin sekali melihat reaksi dari wanita itu setelah tau nominalnya.

"Akan aku transfer setelah aku benar-benar dinyatakan positif hamil."

Bejo menarik nafas dalam mendengar jawaban dari Nyonya Mila. Fiks! Sakit hati sekali sepertinya wanita ini pada suaminya hingga menyanggupi uang yang harus di berikan padanya.

"Dua puluh miliar. Ugh... Duit gue sebanyak apa nanti? Auto gendut rekening gue," batin Bejo.

"Kamu sanggup?"

"Saya usahakan tetapi apa Nyonya benar-benar bisa diajak kerja sama? Saya ya begini adanya. Nyonya mau tidur sama saya?"

Nyonya Mila kembali melihat penampilan Bejo. Wanita itu bersilang tangan di dada kemudian meminta Bejo untuk beranjak dari duduknya.

"Berdiri!"

Bejo pun segera berdiri gagah menghadap pada Mila yang detail memperhatikan sampai ke titik sensitif yang tentunya akan berperan penting nantinya.

"Besar atau kecil?"

"Wah jangan ragukan, Nyonya. Nanti Nyonya bisa lihat sendiri."

Nyonya Mila menganggukkan kepala kemudian meminta Bejo untuk berputar.

"Berbalik!"

"Siap, Nyonya."

Bejo pun berbalik dan entah apa yang diperhatikan oleh wanita itu saat dia sedang dalam posisi seperti ini. Bejo menunggu sampai wanita itu memintanya untuk kembali berputar.

"Oke. Nanti malam tidur sama saya!"

Bejo pun segera berbalik dengan kedua alis terangkat mendengar apa yang Nyonya Mila katakan. Entah hubungan apa yang akan terjalin diantara mereka. Kontrak sudah dia sepakati oleh kedua pihak dan waktunya Bejo untuk bersiap melaksanakan tugasnya.

"Baik, Nyonya."

"Oke, kamu bisa pergi sekarang dan jangan lupa! Jam satu kamu harus antar saya ke toko."

"Siap, Nyonya. Saya ijin makan dulu."

"Hhmm..."

Bejo pun segera pergi dari sana. Dia menggaruk kepalanya yang tak gatal. Langkahnya kembali ke dapur dan mengangkat lagi piring yang berisikan makanan miliknya tadi.

"Dua puluh miliar."

Bejo menyeringai membayangkan uang itu kemudian makan dengan sangat lahap. Namun suara mobil yang datang membuatnya menoleh memperhatikan siapa yang berkunjung dari celah jendela.

"Itu siapa?" Gumam Bejo seraya menghabiskan makannya.

Dia melihat ada seorang wanita paruh baya yang keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah dengan sangat angkuhnya. Kedua alis Bejo menukik melihat itu dan dia meringis kala mendengar suara wanita tersebut menggelegar berisik sekali.

"Mila! Mila! Keluar kamu, Mila!

"Siapa sich, heboh banget!" gumam Bejo seraya mencuci tangan kemudian mendekati wanita paruh baya yang terlihat sinis sekali.

"Maaf, anda mencari Nyonya Mila?"

"Iya, dimana dia?"

"Ada di atas. Sebentar saya panggilan dulu!" kata Bejo kemudian menaiki tangga menuju ruang kerja Mila.

Namun sebelum Bejo masuk ke dalam ruang kerja Nyonya Mila, wanita cantik itu sudah keburu keluar.

"Mau apa lagi kamu ke sini?"

"Itu Nyonya ada..."

"Oh ya, jangan lupa dicukur sampai bersih itunya. Saya nggak suka yang lebat," tunjuk Nyonya Mila ke bagian bawah hingga Bejo seketika menutupi pangkal pahanya.

Akhir bab pembuka

Lanjutkan dengan Bab 4 di aplikasi resmi

Anda telah membaca semua 3 bab yang dimuat katalog ini untuk TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA. Buku berlanjut di aplikasi resmi.

Kode pembaca S72014

  1. Pasang aplikasi resmi dari toko di ponsel Anda.
  2. Masukkan kode S72014 saat aplikasi memintanya, lalu buka buku ini.
Buka Bab 4 di aplikasi

Kembali ke catatan katalog · Rak saya

Bab 4 tersimpan di aplikasi resmi

Katalog ini memuat bab 1–3 dari TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA. Sisa buku dibaca di aplikasi resmi.

Kode Anda S72014

  1. Pasang aplikasi resmi di ponsel Anda.
  2. Buka aplikasi dan masukkan kode untuk menuju buku ini.
Lanjutkan di aplikasi

Pilih bahasa katalog

6 bahasa, satu katalog gabungan. Setiap bahasa memiliki tanda rak dan bab pembuka tersendiri.